jump to navigation

Akhir – Awal Tahun Desember 31, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

1429 H sudah berlalu, 1430 sudah datang dan kita senantiasa berdoa agar segenap kehilafan dan kesalahan yang kita perbuat selama 1 tahun yang lalu mendapatkan pengampunan dari Allah SWT, dan segenap kebaikan yang kita perbuat akan senantiasa mendapatkan balasan disisinya. memasuki tahun yang baru 1430H ini tentunya menjadi harapan baru bagi kita semua khususnya harapan untuk mendapatkan tambahan kebaikan-kebaikan (ziyadatul khoir) dalam mengarungi 1 tahun yang akan datang tentunya kita masih ingat “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” itu artinya ” Tahun ini harus lebih baik dari pada tahun yang kemarin”.
Tahun baru, semangat baru, kinerja baru, produktifitas baru, semoga menjadi pengantar kesuksesan kita meraih masa depan sesuai dengan harapan.
Seperti halnya 1429 H, Tahun 2008 M juga akan segera berlalu memasuki 2009 itu artinya sama halnya dengan makna perubahan tahun 1429H menuju 1430H yang hampir secara bersamaan bergantian. itu artinya sebagai pergantian kita semua berharap adanya perubahan yaitu perubahan yang akan membawa berkah kesuksesan. tanpa perubahan dengan semangat kesuksesan sulit akan meraih kesejahteraan jasmani dan rohani “never stop before success” mari terus berusaha “jangan pernah berhenti sebelum success”.

7 Cara Efektif Berkomunikasi Juni 4, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment
1. Hindari kesan memaksa

Ketika kita berkomunikasi hindari kalimat : “Kamu harus……”
baiknya diganti
dengan “Sebaiknya kamu…….” atau ”Maukah kamu......”

2. Fokus kepada solusi bukan masalah
Ketika berkomunikasi fokuskan kepada hal yang menjadi solusi bukan
masalah.
Contoh : Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita
berkata
”Aduh Lapar banget......” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli
 makanan di luar......”

3. Ubah ”kata tidak bisa ” menjadi ”bisa”
Ketika kita diminta untuk mengadakan pertemuan, lebih baik anda
mengatakan
”Kita bisa mengadakan pertemuannya minggu depan” daripada berkata
 ”Kita tidak bisa ketemuan sampai minggu depan” walaupun dua kalimat dengan
 arti yang sama tapi estetikanya berbeda.

4. Ambil tanggung jawab dan jangan menyalahkan
Hindari kalimat ” Ini bukan salahku” lebih baik ganti dengan
kalimat ” Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya”

5. Katakan apa yang anda inginkan bukan yang tidak anda inginkan
Jika anda tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata
”Tolong bawa mobilnya hati-hati” daripada anda berkata ”Jangan bawa
mobilnya terlalu kencang” 

6. Fokus pada masa depan bukan masa lalu
Jika ada kesalahan teman anda daripada anda berkata “ Saya sudah
bilang sebelumnya.....” lebih baik diganti dengan ” Mulai sekarang,
kita.........”

7. Bagikan informasi bukan argumen
Hindari kalimat, ”Tidak, kamu salah......” lebih baik diganti
dengan ”Saya ingin sepeti ini.......”

Selamat mencoba dan rsakan nikmatnya berkomunikasi...

sumber : Millis Dikmenjur ["Kursus IBSC" <kursusibsc@yahoo.co.id>]

9 Cara Bersedekah Juni 3, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment
Bersedekah merupakan merupakan salah satu point yang diberikan oleh Allah kepada seluruh umat islam untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagian baik di dunia dan akherat. salah satu keuntungan dari bersedakah dapat mencegah diturunkannya bencana, malapetaka atau adzab dari Allah SWT. selain itu juga Allah sudah menjanjikan untuk melipatkan gandakan 10 kali lipat pahala orang yang bersedekah (penulis).Berikut Macam-Macam Shadaqah

Rasulullah saw. dalam hadits di atas menjelaskan tentang cakupan shadaqah yang begitu luas, sebagai jawaban atas kegundahan hati para sahabatnya yang tidak mampu secara maksimal bershadaqah dengan hartanya, karena mereka bukanlah orang yang termasuk banyak hartanya. Lalu Rasulullah saw. menjelaskan bahwa shadaqah mencakup:

1. Tasbih, Tahlil dan Tahmid

Rasulullah saw. menggambarkan pada awal penjelasannya tentang shadaqah bahwa setiap tasbih, tahlil dan tahmid adalah shadaqah. Oleh karenanya mereka ‘diminta’ untuk memperbanyak tasbih, tahlil dan tahmid, atau bahkan dzikir-dzikir lainnya. Karena semua dzikir tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah swt. Dalam riwayat lain digambarkan:

Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw. berkata, “Bahwasanya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian. Maka barang siapa yang bertakbir, bertahmid, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan, amar ma’ruf nahi mungkar, maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian. Dan ia sedang berjalan pada hari itu, sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka.” (HR. Muslim)

2. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Setelah disebutkan bahwa dzikir merupakan shadaqah, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar juga merupakan shadaqah. Karena untuk merealisasikan amar ma’ruf nahi mungkar, seseorang perlu mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu, dan perasaannya. Dan semua hal tersebut terhitung sebagai shadaqah. Bahkan jika dicermati secara mendalam, umat ini mendapat julukan ‘khairu ummah’, karena memiliki misi amar ma’ruf nahi mungkar. Dalam sebuah ayat-Nya Allah swt. berfirman:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [QS. Ali Imran (3): 110]

3. Hubungan Intim Suami Istri

Hadits di atas bahkan menggambarkan bahwa hubungan suami istri merupakan shadaqah. Satu pandangan yang cukup asing di telinga para sahabatnya, hingga mereka bertanya, “Apakah salah seorang diantara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan shadaqah?” Kemudian dengan bijak Rasulullah saw. menjawab, “Apa pendapatmu jika ia melampiaskannya pada tempat yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya pada yang halal, ia akan mendapat pahala.” Di sinilah para sahabat baru menyadari bahwa makna shadaqah sangatlah luas. Bahwa segala bentuk aktivitas yang dilakukan seorang insan, dan diniatkan ikhlas karena Allah, serta tidak melanggar syariah-Nya, maka itu akan terhitung sebagai shadaqah.

Selain bentuk-bentuk di atas yang digambarkan Rasulullah saw. yang dikategorikan sebagai shadaqah, masih terdapat nash-nash hadits lainnya yang menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan shadaqah, diantaranya adalah:

4. Bekerja dan memberi nafkah pada sanak keluarganya

Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits: Dari Al-Miqdan bin Ma’dikarib Al-Zubaidi ra, dari Rasulullah saw. berkata, “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah.” (HR. Ibnu Majah)

5. Membantu urusan orang lain

Dari Abdillah bin Qais bin Salim Al-Madani, dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap muslim harus bershadaqah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah saw. bersabda, “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teranaiaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan shadaqah.” (HR. Muslim)

6. Mengishlah dua orang yang berselisih

Dalam sebuah hadits digambarkan oleh Rasulullah saw.: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Setiap ruas-ruas persendian setiap insan adalah shadaqah. Setiap hari di mana matahari terbit adalah shadaqah, mengishlah di antara manusia (yang berselisih adalah shadaqah).” (HR. Bukhari)

7. Menjenguk orang sakit

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Ubaidah bin Jarrah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah swt., maka Allah akan melipatgandakannya dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfak untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri, maka mendapatkan kebaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur (dosa-dosanya).” (HR. Ahmad)

8. Berwajah manis atau memberikan senyuman

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Dzar r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun. Jika ia tidak mendapatkannya, maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya, ia menemuinya dengan wajah ramah, dan jika engkau membeli daging, atau memasak dengan periuk/kuali, maka perbanyaklah kuahnya dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya.” (HR. Turmudzi)

9. Berlomba-lomba dalam amalan sehari-hari (baca: yaumiyah)

Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah hari ini yang mengantarkan jenazah orang yang meninggal?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberikan makan pada orang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya kembali, “Siapakah di antara kalian yang hari ini telah menengok orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Berikut ini kajian ilmiahnya tentang bersedeqah

Dari Abu Dzar r.a. berkata, bahwasanya sahabat-sahabat Rasulullah saw. berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah saw., orang-orang kaya telah pergi membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.” Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan? Yaitu, setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sanad Hadits

Hadits di atas memiliki sanad yang lengkap (sebagaimana yang terdapat dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Zakat, Bab Bayan Anna Ismas Shadaqah Yaqa’u Ala Kulli Nau’ Minal Ma’ruf, hadits no 1006).

Gambaran Umum Tentang Hadits

Hadits ini memberikan gambaran luas mengenai makna shadaqah. Karena digambarkan bahwa shadaqah mencakup segenap sendi kehidupan manusia. Bukan hanya terbatas pada makna menginfakkan uang di jalan Allah, memberikan nafkah pada fakir miskin atau hal-hal sejenisnya. Namun lebih dari itu, bahwa shadaqah mencakup segala macam dzikir (tasbih, tahmid dan tahlil), amar ma’ruf nahi mungkar, bahkan hubungan intim seorang suami dengan istrinya juga merupakan shadaqah. Oleh karena itulah, Rasulullah saw. secara tersirat meminta kepada para sahabatnya untuk pandai-pandai memanfaatkan segala aktivitas kehidupan agar senantiasa bernuansakan ibadah. Sehingga tidak perlu ‘gusar’ dengan orang-orang kaya yang selalu bersedekah dengan hartanya. Karena makna shadaqah tidak terbatas hanya pada shadaqah dengan harta.

Asbabul Wurud Hadits

Hadits ini merupakan jawaban terhadap pertanyaan beberapa Muhajirin yang fakir, dimana mereka ‘terpaksa’ meninggalkan harta benda mereka di Mekah, sehingga mereka merasa tidak dapat bershadaqah. Ketika pertanyaan mereka terlontar ke Rasulullah saw., beliau memberikan jawaban yang dapat menenangkan jiwa dan pikiran mereka.

Makna Hadits

Hadits ini muncul dengan latar belakang ‘kegundahan hati’ para sahabat, manakala mereka merasa tidak dapat optimal dalam beribadah kepada Allah swt.. Karena mereka merasa bahwa para sahabat-sahabat yang memiliki kelebihan harta, kemudian menshadaqahkan hartanya tersebut, tentulah akan mendapatkan derajat yang lebih mulia di sisi Allah swt.. Sebab mereka melaksanakan shalat, puasa, namun mereka bersedekah, sedangkan kami tidak bersedekah, kata para sahabat ini.

Akhirnya Rasulullah saw. sebagai seorang murabbi sejati memberikan motivasi serta dorongan agar mereka tidak putus asa, dan sekaligus memberikan jalan keluar bagi para sahabat ini. Jalan keluarnya adalah bahwa mereka dapat bershadaqah dengan apa saja, bahkan termasuk dalam hubungan intim suami istri. Oleh karenanya tersirat bahwa Rasulullah saw. meminta kepada mereka agar padai-pandai mencari peluang ‘pahala’ dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari, agar semua hal tersebut di atas terhitung sebagai shadaqah.

Pengertian Shadaqah

Secara umum shadaqah memiliki pengertian menginfakkan harta di jalan Allah swt.. Baik ditujukan kepada fakir miskin, kerabat keluarga, maupun untuk kepentingan jihad fi sabilillah. Makna shadaqah memang sering menunjukkan makna memberikan harta untuk hal tertentu di jalan Allah swt., sebagaimana yang terdapat dalam banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah Al-Baqarah (2): 264 dan Al-Taubah (9): 60.

Kedua ayat di atas menggambarkan bahwa shadaqah memiliki makna mendermakan uang di jalan Allah swt. Bahkan pada ayat yang kedua, shadaqah secara khusus adalah bermakna zakat. Bahkan banyak sekali ayat maupun hadits yang berbicara tentang zakat, namun diungkapkan dengan istilah shadaqah.

Secara bahasa, shadaqah berasal dari kata shidq yang berarti benar. Dan menurut Al-Qadhi Abu Bakar bin Arabi, benar di sini adalah benar dalam hubungan dengan sejalannya perbuatan dan ucapan serta keyakinan. Dalam makna seperti inilah, shadaqah diibaratkan dalam hadits: “Dan shadaqah itu merupakan burhan (bukti).” (HR. Muslim)

Antara zakat, infak, dan shadaqah memiliki pengertian tersendiri dalam bahasan kitab-kitab fiqh. Zakat yaitu kewajiban atas sejumlah harta tertentu dalam waktu tertentu dan untuk kelompok tertentu.

Infak memiliki arti lebih luas dari zakat, yaitu mengeluarkan atau menafkahkan uang. Infak ada yang wajib, sunnah dan mubah. Infak wajib di antaranya adalah zakat, kafarat, infak untuk keluarga dan sebagainya. Infak sunnah adalah infak yang sangat dianjurkan untuk melaksanakannya namun tidak menjadi kewajiban, seperti infak untuk dakwah, pembangunan masjid dan sebagainya. Sedangkan infak mubah adalah infak yang tidak masuk dalam kategori wajib dan sunnah, serta tidak ada anjuran secara tekstual ayat maupun hadits, diantaranya seperti infak untuk mengajak makan-makan dan sebagainya.

Shadaqah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena shadaqah tidak hanya berarti mengeluarkan atau mendermakan harta. Namun shadaqah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dalam sebuah hadits digambarkan, “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah shadaqah.”

Makna shadaqah yang terdapat dalam hadits di atas adalah mengacu pada makna shadaqah di atas. Bahkan secara tersirat shadaqah yang dimaksudkan dalam hadits adalah segala macam bentuk kebaikan yang dilakukan oleh setiap muslim dalam rangka mencari keridhaan Allah swt. Baik dalam bentuk ibadah atau perbuatan yang secara lahiriyah terlihat sebagai bentuk taqarrub kepada Allah swt., maupun dalam bentuk aktivitas yang secara lahiriyah tidak tampak seperti bertaqarrub kepada Allah, seperti hubungan intim suami istri, bekerja, dsb. Semua aktivitas ini bernilai ibadah di sisi Allah swt.

Sumber : http://kebunhikmah.com
Judul Asli : Makna Shadaqah
Oleh: Rikza Maulan, M.Ag
http://www.dakwatuna.com

bacalah ! atas nama Tuhanmu Juni 2, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

iqro atau bacalah atas nama Tuhanmu ini, mungkin yang sangat cocok untuk menggambarkan sebuah tulisan yang ditulis dari pena sang penulis produktif dinegeri kita tercinta ini yakni oleh Oleh : Reza Ervani tentang sastra, Buku dan Peradaban. tanpa mengurangi isi dari tulisan ini saya ingin mengajak pada para pembaca untuk memulai membaca, bekerja, belajar dan berdiam atau istrahat dalam kondisi apapun semuanya dilandasi atas nama Tuhan (Allah SWT) sehingga setiap detik dan langkah-langkah kita merupakan serangkaian nilai-nilai yang akan dapat dinikmati kelak di hadapan-Nya. berikut petikan konkritnya :

Bismilahirrahmanirr ahiim

Syeikh Abdul Halim Mahmud (mantan Pemimpin tertinggi Al Azhar Mesir)
menulis dalam bukunya al Quran fii syahr al Quran bahwa :

Dengan kalimat Iqra’ bismi rabbik, Al Quran tidak sekedar memerintahkan
untuk membaca, tapi `membaca’ adalah lambang dari segala apa yang
dilakukan oleh manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat
tersebut dalam pengertian dan semangatnya ingin menyatakan `Bacalah demi
Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu’. Demikian
juga apabila anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan sesuatu
aktifitas, maka hendaklah hal tersebut juga didasarkan pada bismi rabbik
sehingga pada akhirnya ayat tersebut berarti `Jadikan seluruh
kehidupanmu, wujudmu, dalam cara dan tujuannya, kesemuanya demi karena
Allah’

Sayyid Quthb dalam fii Zhilal menuliskan ketika menafsirkan surah Al
Alaq :

…., tampak jelas pula hakikat pengajaran Tuhan kepada manusia dengan
perantaraan `kalam’ (pena dan segala sesuatu yang semakna dengannya).
Karena, kalam merupakan alat pengajaran yang paling luas dan paling
dalam bekasnya di dalam kehidupan manusia.

Prof. Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah menuliskan :

… Dari uraian diatas kita dapat menyatakan bahwa kedua ayat diatas
menjelaskan dua cara yang ditempuh Allah swt dalam mengajar manusia.
Pertama, melalui pena (tulisan) yang harus dibaca oleh manusia …
***

Tiga kutipan diatas tampaknya sudah cukup untuk mengantar sebuah
pernyataan bahwa membaca dan menulis adalah sebuah kerja peradaban.

Kenapa Rasulullah saw mendapatkan mu’jizat berupa sebuah kitab suci,
bukan keajaiban membelah lautan, bukan keajaiban menghidupkan orang
mati, dan bukan keajaiban-keajaiban yang sulit dicari alasan ilmiahnya
atau bahkan riwayat shohihnya. Karena peradaban akhir zaman dibangun
diatas kerja membaca dan menulis.

Jadi naif rasanya, jika kegiatan membangun sebuah peradaban baru,
dilakukan dengan melupakan kerja membaca dan menulis. Nonsense rasanya,
jika visi membangun pendidikan yang lebih baik dilakukan dengan
melupakan dunia pena dan pustaka.

Sejarah sering menceritakan kepada kita, betapa mujahid sejati
senantiasa basah dengan darah di medan perang dan basah pula dengan
tinta di medan pemikiran.

Yang kurang dari bangsa besar inipun sebenarnya cuma satu, menulis dan
membaca dengan seksama.

Kita lebih sering berkomentar dan berceloteh sebelum usai membaca. Usai
membaca bukanlah khatam sekali dua, karena mungkin ada kata simpul yang
tak tercerna, mungkin ada kalimat kunci yang belum terbuka, mungkin ada
makna yang belum terkuak.

Dalam bahasa Quran, dikenal dengan istilah tartil, yang terambil dari
kata ratala yang antara lain berarti serasi dan indah. Ucapan-ucapan
yang disusun secara rapi dan diucapkan dengan baik dan benar dilukiskan
dengan kata-kata tartil al Kalam.

Mungkin karena kita jarang membaca dengan tartil, lahirlah
pendapat-pendapat prematur yang jangankan masuk ke ranah ilmiah,
dipahamipun sulit jadinya. Lalu ditanam pula pendapat-pendapat itu pada
lahan yang kering sehingga berbuah selisih paham dan debat
berkepanjangan. Naudzubillahi min dzalik.

Sebuah buku tak hanya judul yang terpampang di sampul, tapi alur
halaman-halamannya merupakan buah pikir yang dirapikan dengan seksama,
ditelaah kembali dengan membaca dan membandingkan. Mungkin karena itu
berat bagi komentator dan spesialis penulis kata pengantar untuk
melahirkan sekian banyak buku. Bukan karena sulit, tapi pola pikiran
yang masih terlalu acak dan eksplosif sangat rumit untuk diterjemahkan
dalam lembaran-lembaran terstruktur. Allahu `Alam.

Pikiran-pikiran yang rapi, bab-bab yang rapi, hingga judul yang rapi
kadang hilang makna pula, jika tak bertemu pembaca yang memiliki jeda
waktu yang rapi untuk berhenti sejenak memahami emosi yang tersembunyi
dibalik rangkaian huruf.

Orang-orang dengan jeda teratur inilah yang kekuatan katanya harus pula
didengarkan oleh mereka yang berjuang dalam kata dan kalimat. Karena
jeda mereka mengantarkan orang-orang itu mampu menelaah sekian banyak
lembar yang terkadang tak sempat tersentuh oleh seorang penulis.
Mungkin itu alasan kenapa Quran menyandingkan pendengaran setelah hati,
sebelum penglihatan. Karena mendengar lebih sulit daripada melihat.
Membaca seksama jauh lebih sulit daripada melihat sekilas. Tak perlu
alasan, karena anda pasti mendengar bisikan sang penulis ketika melihat
rangkaian kalimatnya dengan teliti, tapi dapat dipastikan bahwa anda
hanya akan mendengar komentar emosi hati sendiri ketika membacanya tanpa
jeda.

Begitu pula peradaban, ia tidak lahir serta merta. Kalaupun ada, pondasi
rapuhnya hanya akan mengantarkannya pada era sejarah, yang kadang bisa
terkenang, tapi lebih banyak tidak. Pondasinya lahir dari telaah
mendalam yang merupakan buah dari kerja `membaca’. Lembaran-lembaran itu
nantinya berubah menjadi nilai yang menjaga dan memberi warna. Jika
begitu banyak lembaran yang salah dan tidak ada yang meluruskan, maka
kehancurannya hanyalah persoalan waktu.

Jadi jika ada yang bertanya kepada seorang muslim tentang cara ia
membangun peradaban baru, maka dengan singkat ia menjawab,”Iqro,
bismirabbikaladzi khalaq”

Dinamika peradaban yang dibaca dengan seksama.
Membaca seksama yang mengkristal menjadi pikir yang mendalam.
Buah pikir mendalam yang digubah secara teliti menjadi Sastra.
Sastra yang dirapikan dalam sebuah buku.
Akan mengantarkan kita kepada pintu peradaban yang diimpikan.
Peradaban yang dibangun dengan Nama Tuhan yang Menciptakan.

Insya Allah.

Bandung, 26 Jumadil Ula 1429 H, berteman Teh Melati hangat buatan Istri
Kutulis untuk sahabat Fiyan Arjun, jangan biarkan penamu mengering
karena komentar lima menit, juga buat crew Penerbitan Rumah Ilmu
Indonesia, kerja kalian adalah kerja melahirkan peradaban, jangan lemah

Ujian Tulis KKPI-Excel Maret 27, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Dear All Student,

berikut ini ujian KKPI-Excel dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Tugas dikerjakan secara mandiri tidak boleh saling mencontek pada teman yang lain dan dipersilahkan membuka referensi yang dibutuhkan, bilamana ditemukan pengerjaan tugas secara berkelompok atau saling mencontek maka akan di diskualifikasi dari ujian alias nilai 0 baik yang memberi contekan maupun yang mencontek.
2Pengumpulan paling lambat Senin, 31 Maret 2008
3. Jawaban dikirim melalui email: arifin_mh80@yahoo.com
4. nama file dikumpulkan dengan penamaan sebagai berikut: Ujian Excel_nama Siswa (No. Absen) Kelas contoh : Ujian Excel_Dika Maharani (01) PdG 6
5. Berikut soal-soal yang dapat anda download => Ujian KKPI-Excel
6. Selamat mengerjakan dan bertugas semoga sukses.

Best Regard
Syamsul Arifin, S.Pd
Teacher of KKPI and Secretary of ICT Center

Hidup Sehat Tanpa Rokok Maret 18, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Tuhan 9 Centimeter

karya : H. Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

itulah sekelumit sajak karya H. Taufik Ismail yang diposting Bpk Kwarta Adimphrana disela-sela aktivitasnya di Pustekom, selengkapnya lihat http://maskwarta.blogspot.com

Memang benar banyak disekitar kita apakah itu teman, saudara, guru, kyai, anggota dpr, tokoh masyarakat atau bahkan orang tua kita sendiripun tidak terlepas dari kehidupan rokok yang tanpa disadari telah merugikan dirinya sendiri dan orang lain. secara ekonomis jelas kalau merokok dapat menyebabkan kanker (kantong kering) alias mengurangi belanja dapur kita. sedang secara kesehatan jelas-jelas sudah dilarang baik oleh para dokter bahkan oleh pabrik pembuatnya sekalipun. itulah namanya keburukan terasa enak walaupun sesaat. pada hal didalam rokok tersebut ada beberapa zat kandungan yang membayakan bagi kehidupan kita terdiri dari bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh tubuh kita. Di antaranya kandungan asap rokok adalah bahan radio aktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (aceton) , pencuci lantai (amonia) , racun serangga (DDT) , racun anai-anai (arsrokok-beracun.jpgenik) , gas beracun (hydrogen cyanide) yang di gunakan di “kamar gas maut” bagi napi yang menjalani hukuman mati dll.

Walau bagaimanapun, racun racun berbahaya yang terdapat pada rokok adalah Tar, Nikotin, dan Karbon Monoksida. Tar mengandung benzopyrene yaitu sejenis Policyclic Aromatik Hydrokarbon (PAH) yang bisa menyebabkan kangker. Nikoti adalah bahan sejenis heroin , amfetamin dan kokain yang dapat menyebabkan ketagihan terhadap rokok. Selain itu, nikotin merupakan penyebab utama serangan peyakit jantung dan strok. Sedangkan karbon monoksida dapat menyebabkan organ yang dilewatinya, bermula dari hidung , mulut, tenggorokan, saluran pernafasan, paru-paru, saluran darah, jantung, organ reproduksi, sehingga ke saluran kencing dan pundi kencing.
berbagai sumber:

diposting penulis disaat menunggu aktivitas perkuliah D3TKJ Dapodik dan mencari informasi laporan pelatihan jardiknas tingkat nasional di agenda harian konsultan jardiknas (kwarta adimphrana), semoga selalu menjadi inspirator pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan di Indonesia.

Menata Hati Niat yang Kuat Maret 15, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Hindari Perang Saudara

Setelah beberapa hari ini saya mengamati diskusi tentang peranan guru pasca sertifikasi dengan berbagai ragam tanggapan yang patut diapresiasi bersama satu hal yang perlu kita ingat bersama dan untuk kebaikan bersama adalah awalilah setiap tulisan yang kita muat di millis ini dengan niat untuk tidak saling menyakiti satu sama lainnya. dari beberapa pengamatan yang saya ikuti melalui forum ini, ada satu hal sangat tidak patut kita kemukakan dihalayak ramai dunia maya ini, yakni adanya saling mencemooh antar saudara seprofesi, ada yang mencemooh, ada membanggakan diri dengan eksistensinya karena sudah mandiri, ada yang tidak menerima dengan kebijakan 24 jam, bahkan yang lebih ekstrem lagi adalah dengan membuka aib dan kedok orang lain sebagai guru dengan objekan lain selain mengajarnya. sungguh ironis memang disaat guru mencari jati diri untuk pengakuan sebuah profesi melalui sertifikasi ternyata kita sesama guru saling bertikai untuk mencari pembenaran. saya memang baru

menggeluti menjadi seorang guru, terhitung sejak 6 Februari 2008, saya resmi hijrah dari tenaga tata usaha di SMK Negeri 4 Malang menjadi tenaga guru KKPI dengan jumlah mengajar 24 jam. dari hari ke hari, minggu ke minggu, bahkan saat ini sudah masuk pada 1 bulan 10 hari genap usia mengajar saya di KKPI.

Kesejahteraan dalam Angka
Kalau saya perhitungkan nilai kesejahteraannya diluar dugaan saya tekor sekali bahkan bangkrut alias gulung tikar hee….., maklum kan bukan PNS, karena kalau saya niatkan untuk mencari materi semata ternyata penghasilan saya jadi tata usaha lebih besar dari pada menjadi guru GTT, sekedar berbagi untuk kita renungkan bersama pada saat ini UMR di Kota Malang sekitar 800 rb/bln, tetapi sebagai tenaga tata usaha (PTT) bekerja selama 8 tahun lamanya sampai akhirnya hijrah menjadi guru upah yang diterima setiap bulannya sebesar 625 rb/bln, ini mungkin cukup kalau untuk saya sebagai seorang bujangan tapi ternyata saya juga harus menghidupi 1 orang istri dan 1 orang anak usia 2 tahun 2 bulan. dan itupun saya awali bekerja saya pada tahun 2000 dengan upah perbulan 65.000,- rb walau pada saat itu kepala sekolahnya adalah Bapak Angkat saya sendiri. seharusnya kan bisa kalau anak angkatnya dibayar 650.000,- inilah bukan KKN tapi Kompetensi. Namun saya bersyukur berangkat dari
65.000,- itulah saya selesai sekolah SMK, Kuliah Diploma 1 dan Akhirnya mengantarkan saya menjadi seorang Sarjana Administrasi Pendidikan dengan program AK 4. inilah dinamisme yang mengantarkan saya hijrah untuk menjadi guru.

PTT menuju GTT
Nah sekarang sebagai guru murni dari PTT menuju GTT (maklum harus pilih, jadi guru lepas TU, jadi TU gak boleh jadi guru), berapa besar kesejahteraan yang saya terima? tebak saja dan bisa dihitung sendiri, coba dipikirkan dan renungkan kalau saya mengajar 24 jam dengan HR/Jam 15 rb/bln berapa coba, bisa dibayangkan bagaimana dengan anak dan istri saya memenuhi kebutuhan sehari-harinya? yah itulah itung-itungan manusia…. namun saya yakin bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik bagi hambanya yang hijrah untuk kebaikan yang lebih baik.

Secara matematik langkah yang saya ambil itu terbilang cukup berani secara akal dan pikiran kita, tetapi karena Niat yang kuat dengan menata hati yang tulus untuk ikut mengantarkan anak bangsa menjadi generasi yang baik dan berakhlaqul karimah dengan penyebaran nilai-nilai moral disela-sela pembelajaran KKPI, maka inilah sejatinya seharusnya komitmen seorang guru dimasa yang akan datang, bahwa kewajiban seorang guru saat ini bukan lagi menjadi seorang yang hanya membagi informasi dari apa yang ada dalam buku pelajaran tapi tengoklah perilaku siswa yang sejatinya belum siap untuk belajar mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya.

Hari-hari pertama menjadi guru
hari pertama saya masuk kelas, didampingi oleh Ibu Riska (sekarang cuti) saya dihadapkan pada beberapa perilaku egois para murid, yang asduk (asal duduk) seperti duduknya para orang cangkuraan dipasar, asmong (asal omong) dengan omongan yang tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan aneka ragam cemoohan seperti membanting kursi, menamakan file tugas dengan diberi paswoord jancuk, kurus dan lain-lain seabreg aneka ragam penolakan teradap perubahan pada kultur baru yang saya bawa dengan prinsip mengedapankan nilai moral berpadu pada kompetensi handal. saya hanya menekankan pada siswa untuk mau berubah dari yang terkecil, dari saat ini dan dari diri mereka sendiri. saya awali dari kesiapan mereka belajar yang indikatornya adalah cara mereka duduk, seragam, atribut dan kedisiplinan masuk kelas.

Hari demi hari berganti kelas, berganti minggu akhirnya sedikit demi sedikit hasilnya sudah mulai kelihatan. beberapa siswa masing-masing kelas sekarang sudah mulai terbiasa untuk duduk rapi, tidak lagi asduk dan saya sudah jarang sekali mendengar celoteh anak yang tidak bernilai pendidikan. ini tidak lain karena saya dalam mengembangkan konsep belajar pada siswa mengacu pada konsep pembelajaran yang berpusat pada partisipasi siswa dalam belajar secara bagaimana dengan sikap kita diawal yang ekstrem untuk suatu perubahan perlahan tapi pasti mereka sudah bisa diajak untuk menentukan pola belajar mereka kehendaki. bahkan saya memberanikan diri untuk membuat suatu model penilaian yang bersumber dari siswa sendiri (lain waktu dibahas tersendiri). membuat soal-soal berasal dari siswa sendiri karena dengan demikian mereka merasa senang diikutkan secara langsung dalam menentukan kebutuhan belajarnya.

Hari menyenangkan
hari jum’at 14 Februari 2008 saya mendapatkan kesempatan awal untuk merasakan kebahagiaan menjadi guru bukan karena siswa saya menjadi juara dalam suatu perlombaan, tapi karena siswa saya sudah bisa tersenyum dengan wajah yang ceria dan siap dengan segala sesuatunya untuk mau memulai pelajaran yang sebelumnya perlu diatur sekarang sudah mulai tidak lagi. saya berfikir mungkinkah merekah sudah menyadari perubahan yang selama ini saya lakukan? untuk itu saya memberikan hadiah kepada mereka untuk menonton suatu pertunjukan yang akan membawa insipirasi mereka untuk terus berpacu melakukan perubahan. hadiah ini saya berikan setelah saya mendapatkannya dari seorang guru senior bidang bahasa inggris (Ibu Wiwik Niarti) beliau mendapatkan sebuah tayangan yang sangat luar biasa untuk membawa pengaruh bagi siapapun yang melihatnya itulah “USEREGE” kalo dak salah tulis yang saya dengar dari nyanyian yang ada dalam kisah “LENA DREAMS” seorang penyanyi cantik yang tidak memiliki tangan
sejak usia bayi, punya kaki tapi panjang sebelah, namun berkat ketekunan dan bimbingan orang tuanya dia hidup normal seperti kita semuanya.

LENA DREAMS Inspirasi Perubahan Siswa
sebagai seorang guru, saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada siswa saya dengan berbagai sumber yang ada dan belajar dari para senior saya untuk menjadi guru yang baik maka saya mencari dan mencari apa yang dapat diberikan kepada siswa untuk menjadi generasi terbaik bagi negeri ini. maka ditemukanlah sebuah tayangan yang mengispirasikan saya untuk menjadi pembuka atau penyela dalam kegiatan pelajaran KKPI dikelas saya agar para siswa mampu dan termotivasi untuk belajar-belajar lagi bahwa mereka (siswa) yang memiliki jasmani yang sempurna bisa dikalahkan oleh seorang yang memiliki kekurangan jasmaninya. bayang seorang wanita tidak punya tangan, kaki panjang sebelah tapi bisa berbuat dan membawa nama harum negaranya dengan meraih 4 mendali emas championship renang se dunia (bagi penderita cacat), menjadi seorang penyanyi profesional dengan mampu memainkan piano, menjadi seorang pendamping suami yang setia dengan menyediakan hidangan makannya, menjadi
pengemudi mobil sendiri pada setiap aktivitasnya, makan dengan sumpit yang tidak semua orang bisa menggunakannya, melukis dengan indahnya bak seniman yang sudah mahir menghasilkan karya-karya terbaiknya. itulah “Lena Dreams” (nama aslinya lena maria) ini semua saya rilis untuk membangkitkan semangat dan tentu inilah “ayat-ayat Allah yang dipertunjukkan kepada kita semua untuk dapat mengambil hikmah atau pelajaran yang ada didalamnya bagi orang-orang yang mau berfikir”, karena lena juga manusia ciptaan Allah.

Nah diakhirnya mari kita menata hati dengan niat yang kuat untuk tidak saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain, biarkan guru ikut sertifikasi selama sistem yang ditetapkan konsisten mau tidak mau 24 jam mengajar mereka akan dengan sendirinya menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya apa lagi PNS. so mari kita pikirkan bagaimana kompetensi yang diberikan pada siswa tidak hanya skill saja tapi nilai moral secara komprehensip.

Mohon doa restu untuk bersama bapak/ibu guru senior bersama-sama mengantarkan anak didik kita menjadi generasi cerdas berakhlaqul karimah.

Syamsul Arifin, S.Pd
Teacher of KKPI SMKN 4 Malang
and Secretary Of ICT
+62-81803841480

13 Tips Menjaga Kesehatan Mata akibat Radiasi Komputer Maret 13, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Pada saat ini hampir seluruh lapisan masyarakat mengenal apa itu computer bahkan anak anak sekalipun sudah sejak dini sudah diperkenalkan dengan komputer. Tanpa disadari bekerja dengan komputer ternyata membawa dampak yang kurang menyehatkan bagi kesehatan mata kita, untuk meminimilisasi hal tersebut berikut tips singkat menjaga mata dari sengatan radiasi komputer. Tanda-tanda dampak radiasi tersebut biasanya mata sering terasa kabur, mata berkunang-kunang, kepala agak pusing, dan bahkan yang paling menyedihkan adalah adanya rasa mual bagi pemula yang menggunakan komputer.

Berikut salah satu testimoni yang dialami penulis yang berkecipung dalam bidang komputer yang mengatakan bahwa : Akhir akhir ini saya merasa mata ini mulai terasa kabur kalo melihat jauh.padahal dulunya kalo melihat benda jauh masih sangat jelas.mungkin ini salah satu efek dari radiasi komputer.Tapi gak bisa ngeluh juga,soalnya dalam pekerjaan sehari hari saya menuntut harus didepan komputer selama berjam jam.Saya merasa anda juga pasti mengalami hal yang sama bukan.bahkan ada anak tetangga saya umurnya masih 10 tahun tapi sudah pake kacamata.memprihatinkan sekali kan.makanya kali ini saya akan mencoba untuk membagikan sedikit trik kepada anda semua bagaimana cara merawat mata agar selalu dalam keadaan sehat.Kan sayang kalo masih muda matanya udah empat (pake kacamata).

1. Coba pasang filter pada monitor komputer anda.filter ini berfungsi untuk menahan radiasi agar tidak sampai ke mata.

2. Pilihlah monitor yang berbentuk LCD/plasma.karena monitor ini dipercaya lebih baik daripada monitor yang model lama.Jika anda punya cukup uang,bisa membeli VGA yang bagus agar warna monitor tidak melelahkan mata.

3. Jagalah jarak mata anda dengan monitor komputer.idealnya jarak mata ke komputer adalah 30 cm.

4. Taroklah monitor sejajar dengan mata anda.jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.usahakan saat anda melihat komputer rasanya enak dan nyaman

5. Atur warna pada layar monitor sehingga enak dipandang mata.jangan terlalu terang karena dapat menyebabkan mata anda menjadi silau.juga jangan terlalu gelap,karena akan menyebabkan mata anda bekerja terlalu keras sehingga membuat mata menjadi cepat kering.

6. Atur screen refresh rate menjadi 75 htz..caranya jika anda pakai windows XP klik kanan pada desktop-properties-setting-advanced-monitor-lihat kolom screen refresh rate.atur menjadi 75 htz.

7. Sesering mungkin kedipkan mata.karena dengan kita mengedipkan mata,akan merangsang kelenjar airmata untuk mengeluarkan air mata yang berfungsi membuat mata menjadi basah dan lembab.jika anda jarang mengedipkan mata,maka mata akan menjadi kering.jika dipaksakan terus mata akan menjadi sakit dan akhirnya memerah.bila perlu anda bisa membeli obat tetes mata untuk membuat mata selalu dalam keadaan basah.

8. Anda bisa membeli semacam kacamata yang bisa anda pakai pada saat menggunakan computer.

9. Perhatikan cahaya disekitar ruangan tempat anda menggunakan komputer.usahakan ruangan cukup pasokan cahaya.jangan menggunakan komputer di ruangan yang gelap(tidak cukup cahaya).

10. Setelah penggunaan komputer dalam jangka waktu yang lama,istirahatkan mata minimal 15 menit.anda bisa melihat lihat keluar ruangan untuk menyegarkan mata.usahakan untuk melihat objek yang berwarna hijau seperti pepohonan dan daun daunan.karena menurut para peneliti,warna hijau mampu membuat mata kembali segar.

11. Perbanyak konsumsi makanan yang menandung vitamin A seperti wortel.juga rajinlah untuk memeriksakan mata ke dokter mata untuk mengetahui adanya gangguan pada mata.jika mata benar benar sudah terasa tidak enak,jangan malu untuk menggunakan kacamata.

12. Demikian sedikit tips dari saya.semoga setelah anda menerapkan tips ini dapat membuat kesehatan mata anda lebih terjaga.

13. Mulai sekarang sayangilah mata anda.karena ini merupakan anugrah yang diberikan kepada tuhan..bayangkan jika anda tidak bisa lagi menikmati indahnya alam….(wah tidak bisa dibayangkan)…harta bisa dicari tapi kesehatan tidak bisa dibeli..ingat itu!!!!

Oleh : Syamsul Arifin, S.Pd

Teacher of KKPI SMKN 4 Malang
Secretray of ICT Center Kota Malang

Sumber : (http://andi-and1godwar.blogspot.com)

Belajar dan Mengajar Januari 13, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Istilah belajar dalam aktivitas pendidikan sering di identikkan dengan status siswa yang sedang menempuh pendidikan di lembaga pendidikan formal atau non formal, sering juga disebut belajar bila mana seorang siswa sedang menyelesaikan suatu tugas-tugas yang sudah dibebankan oleh bapak/ibu guru dari sekolahnya, sedangkan mengajar identik dengan seorang guru, ustad, kyai, trainer, fasilitator, dosen bahkan widyaswara untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya seperti siswa, mahasiswa, peserta diklat atau para santri yang sedang belajar dalam suatu lembaga pendidikan, lembaga diklat, pondok pesantre, sanggar belajar dan sebagainya dalam segenap aktivitas transfer ilmu kepada peserta didiknya.

Belajar lebih mengobjekkan siswa, santri, peserta diklat atau kelompok belajar sebagai objek atau sasaran yang dituntut untuk menerima segala sesuatu norma, nilai, informasi, pengetahuan dan keterampilan yang dibawa oleh seorang guru, ustadz, kyai, trainer, dosen atau widyaswara sehingga seorang yang sedang belajar seringkali menjadi objek yang pasif, sedangkan mengajar lebih memfungsikan diri sebagai subjek yang menstranformasikan segenap norma, nilai, informasi, pengetahuan dan keterampilan kepada objek yang menjadi sasarannya yang tidak lain adalah kelompok belajarnya.

Fenomina tersebut diatas merupakan suatu fenomena tradisional yang mungkin saat ini sudah kurang relevan lagi untuk diataptasikan secara total dalam lembaga pendidikan, kelompok belajar, pondok pesantren, lembaga diklat atau sejenisnya. tetapi dari kata belajar dan mengajar itu dapat saling berganti peran satu sama lainnya. artinya pada saat belajar juga bisa mengajar dan pada saat mengajar juga bisa belajar, artinya bahwa di era saat ini antara sekian banyak siswa, mahasiswa, santri, peserta diklat/partisipan/traine dapat menjadi sosok yang dapatkan mengajarkan nilai, norma, informasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok yang lainnya bahkan kepada orang yang posisinya sedang dalam mengajar sekalipun begitu pula dengan orang yang sedang mengajar pada saat bersamaan dapat memposisikan diri sebagai objek yang sedang belajar, dengan demikian maka akan tercipta dua arah pertukaran nilai, norma, inforamasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan antara kelompok belajar sebagai objeknya dan kelompok mengajar sebagai subjeknya.

Mengapa demikian? inilah pertanyaan yang perlu kita jawab bersama, dan perlu untuk didiskusikan yang pada kesimpulannya akan menghasilkan suatu jawaban bahwa orang yang belajar bisa mengajar dan orang yang mengajar juga harus belajar.

Telecenter Berbasis Sekolah Desember 22, 2007

Posted by arifinmh in Uncategorized.
add a comment

Sebuah sinergi baru akan dikembangkan di kota dan kabupaten Malang untuk mencerdaskan masyarakat dalam bidang IT atau internetisasi masyarakat, hal ini akan menjadi suatu pilot project yang dilaksanakan dari tim pengembang sebagai case study bagi tim yang sudah dipercaya dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) bekerjasama dengan UNDP salah satu badan organisasi PBB untuk suatu project pencerdasan masyarakat dibidang teknologi informasi khususnya bagi masyarakat tertinggal. hal ini disebabkan karena masyarakat miskin tidak hanya disebabkan oleh kurang harta, pendidikan, dan kesempatan kerja semata sehingga menyebabkan mereka miskin, tetapi suatu hal yang tidak disadari oleh masyarakat tertinggal sehingga mereka menjadi kelompok masyarakat miskin adalah adanya ketertinggalan mereka akan informasi (miskin informasi) sehingga mereka akan selalu ketinggalan untuk mengembangkan potensi diri yang dimilikinya.

telecenter 1

Telecenter berbasis sekolah, diharapkan mampu untuk menjembatani masyarakat ini untuk mengenal lebih dekat tentang pemanfaatan media ICT atau IT dalam hal ini Internet atau Intranet yang dapat mengakses berbagai informasi atau memberikan informasi dalam segala bidang sektor kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam forum telecenter ini dibuka secara resmi dan diarahkan oleh Bapak Bupati Kota Malang, Bapak Sujud Pribadi dan sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah:

1).  Bapak Catur => perwakilan dari tim PNPM Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.   (2). Ibu Retno => perwakilan dari tim Bim-Mastel Prakitisi Masyarakat Telekomunikasi. (3). Bapak Bondan => perwakilan dari tim Jardiknas BPKLN Depdiknas Jakarta.

Sinergi baru ini adalah adanya pemberdayaan masyarakat yang akan dipelopori oleh tim Bappenas untuk bersinergi antara PNPM melalui P2KP dengan Depertemen Pendidikan Nasional yang telah membangun suatu jejaring pendidikan nasional yang harapnnya jaringan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas dengan memanfaatkan sekolah-sekolah yang terhubung dengan Jardiknas disela-sela pembelajaran informal.

Bagi ICT Center, program ini seharusnya bukan lagi hal yang baru tapi bagi sekolah-sekolah yang akan bersinergi untuk dapat melayani masyarakat sekitarnya adalah suatu hal yang baru yang harus di analisis dari sisi positif dan negatifnya. khusus ICT Center merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa terelakkan untuk dapat berperan serta untuk memacu masyarakat sekitar untuk melek IT.

Kota Malang yang akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan program ini tentunya sangat mengharapkan peranserta masyarakat secara umum untuk kesadaran diri akan dunia IT dimana Malang sebagai Kota Merdeka IT pada tahun 2007 ini akan meningkat statusnya dengan program di tahun 2008 yakni Malang akan menjadi kota “Smart City” yang artinya masing-masing personal diharapkan mampu untuk melek IT, mulai dari guru, siswa, dosen, stakeholder, orang tua siswa, pedagang, petani yang sudah disediakan fasilitasnya melalui telecenter daragati yang berpusat di tlolgowaru-kedungkandang Malang.

Forum ini dihadiri beberapa undangan sebagai peserta yang terdiri dari :

1. Dewan Pendidikan Kota Malang

2. Kepala Kantor Pengelola Data Elektronik

3. Ketua P2KP dan BKM

4. Kepala Dinas Kantor Pendidikan Kota Malang

5. ICT Center

6. Asosiasi Pengusaha Warnet

7. Stakeholder

img_0208.jpg

Dari forum ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah format baku penyelenggaraan telecenter berbasis sekolah dan pada akhirnya tentu akan membawa suatu dampak pada pemberantasan kemiskinan baik diperkotaan maupun dipedesaan yang disebabkan oleh miskinnya informasi global. seperti yang kita ketahui bersama ” menguasai informasi berarti menguasai dunia”.

Semoga sukses.