jump to navigation

Belajar dan Mengajar Januari 13, 2008

Posted by arifinmh in Uncategorized.
trackback

Istilah belajar dalam aktivitas pendidikan sering di identikkan dengan status siswa yang sedang menempuh pendidikan di lembaga pendidikan formal atau non formal, sering juga disebut belajar bila mana seorang siswa sedang menyelesaikan suatu tugas-tugas yang sudah dibebankan oleh bapak/ibu guru dari sekolahnya, sedangkan mengajar identik dengan seorang guru, ustad, kyai, trainer, fasilitator, dosen bahkan widyaswara untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya seperti siswa, mahasiswa, peserta diklat atau para santri yang sedang belajar dalam suatu lembaga pendidikan, lembaga diklat, pondok pesantre, sanggar belajar dan sebagainya dalam segenap aktivitas transfer ilmu kepada peserta didiknya.

Belajar lebih mengobjekkan siswa, santri, peserta diklat atau kelompok belajar sebagai objek atau sasaran yang dituntut untuk menerima segala sesuatu norma, nilai, informasi, pengetahuan dan keterampilan yang dibawa oleh seorang guru, ustadz, kyai, trainer, dosen atau widyaswara sehingga seorang yang sedang belajar seringkali menjadi objek yang pasif, sedangkan mengajar lebih memfungsikan diri sebagai subjek yang menstranformasikan segenap norma, nilai, informasi, pengetahuan dan keterampilan kepada objek yang menjadi sasarannya yang tidak lain adalah kelompok belajarnya.

Fenomina tersebut diatas merupakan suatu fenomena tradisional yang mungkin saat ini sudah kurang relevan lagi untuk diataptasikan secara total dalam lembaga pendidikan, kelompok belajar, pondok pesantren, lembaga diklat atau sejenisnya. tetapi dari kata belajar dan mengajar itu dapat saling berganti peran satu sama lainnya. artinya pada saat belajar juga bisa mengajar dan pada saat mengajar juga bisa belajar, artinya bahwa di era saat ini antara sekian banyak siswa, mahasiswa, santri, peserta diklat/partisipan/traine dapat menjadi sosok yang dapatkan mengajarkan nilai, norma, informasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok yang lainnya bahkan kepada orang yang posisinya sedang dalam mengajar sekalipun begitu pula dengan orang yang sedang mengajar pada saat bersamaan dapat memposisikan diri sebagai objek yang sedang belajar, dengan demikian maka akan tercipta dua arah pertukaran nilai, norma, inforamasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan antara kelompok belajar sebagai objeknya dan kelompok mengajar sebagai subjeknya.

Mengapa demikian? inilah pertanyaan yang perlu kita jawab bersama, dan perlu untuk didiskusikan yang pada kesimpulannya akan menghasilkan suatu jawaban bahwa orang yang belajar bisa mengajar dan orang yang mengajar juga harus belajar.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: